05 April 2008

Microsoft Memperpanjang Usia XP

Baru-baru ini, Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan mengundur batas waktu penjualan Windows XP Home setidaknya hingga Juni 2010. Perubahan ini berlaku bagi bagi tipe-tipe komputer yang mereka kategorikan sebagai "ultra-low-cost PC". Sebelumnya, Microsoft juga sempat mengundur batas waktu penjualan semua versi Windows XP dari Januari 2008 ke 30 Juni 2008.

Meskipun tidak terang-terangan disinggung oleh Microsoft, tindakan ini kemungkinan merupakan respons Microsoft terhadap popularitas produk komputer murah berbasis Linux seperti Asus Eee. Eee sejauh ini telah terjual lebih dari 400 ribu unit, dan Asus menargetkan penjualan sebanyak 3,8 juta unit di tahun 2008. Sejalan dengan meningkatnya popularitas Eee, meningkat jugalah jumlah pengguna Linux. Dikombinasikan dengan upaya pengembangan komputer murah berbasis Linux oleh pihak-pihak lain (baik notebook maupun desktop), trend ini sangat berpotensi menggoyahkan posisi dominan Windows. Singkatnya, Eee dan produk-produk serupa sangat berpotensi menjadi teknologi disruptif di pasar konsumen.

Bagaimana dengan Vista?

Asus sebenarnya sudah mulai menawarkan varian Eee yang menjalankan Windows XP, tapi bila Microsoft bersikeras menghentikan penjualan XP pada bulan Juni 2008, praktis mulai paruh kedua 2008 Asus dan para produsen yang menjual produk serupa hanya akan memiliki dua pilihan: Vista atau Linux. Dalam segmen pasar ini, Vista punya beberapa kelemahan:

  • Keperluan perangkat keras dan biaya lisensi Vista akan berlawanan dengan upaya produsen komputer untuk menekan harga, berat, dan ukuran produk mereka. Bahkan dengan penurunan harga Vista, sistem operasi tersebut tetap jauh lebih mahal dibanding Linux, dan, bila melihat aspek storage space saja, storage space yang diperlukan Vista masih lebih besar daripada storage space yang diperlukan sebuah distribusi Linux lengkap (yang sudah berisi berbagai aplikasi mulai dari web browser, office suite, chat clients, media player, dan lain-lain).

  • Semakin murah biaya perangkat keras, semakin besar persentase biaya lisensi produk komersial seperti Vista dan Windows XP dalam harga produk akhir. Sebagai gambaran, bila melihat daftar harga di HardwareZone Singapura, saat ini versi OEM dari Vista Home Premium dijual dengan harga SG$169, dan versi OEM dari Office Basic 2007 dijual dengan harga SG$ 265. Total harga keduanya adalah SG$434 – sudah mendekati harga Eee itu sendiri (SG$598). Produsen-produsen komputer biasanya akan mendapat diskon yang signifikan dari Microsoft karena volume pembelian mereka, tetapi pada akhirnya tetap akan ada selisih biaya yang lumayan dibandingkan menggunakan Linux.

  • Faktor ketersediaan aplikasi populer dan kompatibilitas dengan berbagai perangkat keras di pasar konsumen, yang secara tradisional menjadi keunggulan signifikan Windows dibandingkan Linux, lebih kecil pengaruhnya dalam segmen pasar ini. Misalnya, keterbatasan kinerja hardware produk-produk dalam segmen ini tidak memungkinkan pengguna untuk memainkan game atau menggunakan aplikasi semacam Photoshop secara intensif. Selain itu, tidak seperti desktop, notebook tidak memungkinkan pengguna untuk melakukan upgrade perangkat keras dengan leluasa. Ini mengurangi relevansi keunggulan Windows. Para pengguna Eee kemungkinan akan menggunakan notebook mereka untuk mengetik dokumen, membuat spreadsheet, web browsing, mendengarkan musik, atau menonton film -- ini semua sudah dapat dilakukan dengan mudah di Linux.

Kesimpulan

Dalam pandangan saya, pengunduran batas waktu penjualan Windows XP Home ini adalah langkah yang cukup cerdik untuk membendung popularitas Linux di segmen pasar komputer murah sementara Microsoft menyiapkan Windows 7 yang dikabarkan akan lebih “ringan” dan modular dibandingkan Vista. Langkah ini juga bersinergi dengan keputusan Asus untuk menjual varian Eee dengan Windows XP. Akan tetapi, biaya lisensi produk-produk Microsoft akan tetap menjadi hambatan mengingat pentingnya faktor harga di kategori ini. Asus sendiri memprediksikan bahwa penjualan varian XP dari Eee akan tetap lebih besar dibandingkan varian Linuxnya. Yang akan menjadi tanda tanya adalah apakah para pengguna varian XP akan termotivasi mencoba aplikasi alternatif seperti OpenOffice.org untuk menekan biaya kepemilikan total. Bila mereka memilih untuk mencoba aplikasi-aplikasi tersebut, dan merasa puas, berkuranglah hambatan bagi mereka untuk mencoba sistem operasi selain Windows di masa depan.

0 comments: